cara membuat adukan semen yang benar

Dalam membuat sebuh bangunan, ada pekerjaan penting yang berhubungan dengan adukan semen. Adukan semen adalah bahan pokok untuk mendirikan bangunan. Dalam membuat adukan semen diperlukan bahan-bahan yaitu semen, pasir, dan batu koral (jika diperlukan). Semua bahan itu dicampur menjadi satu dan terciptalah adukan semen. Namun dalam membuat adukan semen ini ada caranya, tidak bisa dilakukan asal-asalan. Hindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi berikut ini.

1. Penyimpanan semen
Semen adalah bahan bangunan yang sangat mudah menyerap air (uap atau kelembaban). Semen sebaiknya tidak disimpan di tempat yang lembab. Sedikit saja semen bersentuhan dengan udara lembab atau lingkungan berair, maka semen akan menyerap kelembaban itu dan membuatnya jadi keras dan tak dapat digunakan. Salah satu cara untuk mencegah ini terjadi adalah dengan tidak meletakkan karung semen di atas permukaan tanah/lantai secara langsung. Untuk menyimpan sak semen, sebaiknya diberi alas plastik, karton, atau kayu.

2. Jenis semen yang tidak sesuai dengan peruntukan
Dalam membuat adukan semen, sebaiknya Anda perhatikan jenis semennya. Membuat adukan semen untuk bendungan tidak bisa menggunakan semen untuk membangun rumah. Gunakanlah semen khusus untuk membuat saluran irigasi, dam, bendungan, dan bangunan tepi pantai. Semen semacam ini tahan terhadap sulfat.

3. Pencampuran semen dan pasir tidak sempurna
Dalam membuat adukan semen, sebelum dicampur air, campur semen dan pasirnya harus rata terlebih duhulu. Yang sering terjadi, tukang menambahkan air padahal campuran semen dan pasir belum rata. Padahal, semen dan pasir yang tidak tercampur rata membuat kualitas permukaan dinding jadi tidak sama. Ada bagian yang kuat, dan ada bagian yang mudah rontok. Aduk semen dengan pasir hingga rata, dan jika sudah rata buatlah lubang di tengah-tengahnya. Lubang tersebutlah yang nantinya akan diisi air. Air yang digunakan jangan terlalu banyak dan juga jangan terlalu sedikit karena akan memengaruhi kualitas adukan semen.

4. Kualitas pasir tidak baik
Gunakanlah pasir yang kualitasnya baik. Jangan menggunakan pasir yang mengandung tanah, tanah liat, dan atau lumpur. Pasir semacam ini membuat campuran jadi boros semen dan daya rekatnya kurang. Gunakanlah pasir yang bersih dan bebas dari kandungan tanah dan lumpur, misalnya pasir dari gunung berapi atau dari pantai yang sudah dicuci.

5. Perbandingan komposisi yang tidak tepat
Beda ruangan yang dibangun, beda pula jenis adukan semennya. Komposisi semen dan pasir untuk kamar mandi tidak sama dengan komposisi plesteran dinding. Perbandingan semen dan pasir untuk plesteran dinding adalah 1:7–8, dan untuk kamar mandi 1:3–5. Untuk membuat campuran yang keras, perbandingan semen dan pasirnya adalah 4:2. Untuk membuat adukan semen untuk jalanan, komposisinya adalah 4 rolli pasir, 2 sak semen, dan satu rolli koral.

6. Pengerjaan yang tergesa-gesa
Tembok retak biasanya disebabkan karena kesalahan dalam membuat plesterannya. Dalam mengerjakan plesteran, dinding bata atau batako seharusnya dibasahi terlebih dahulu. Retak-retak ini muncul karena suhu panas dari batako mencari celah keluar. Jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan bagian ini. (*Nilam/dari berbagai sumber)


http://www.ciputraentrepreneurship.com

0 komentar:

Poskan Komentar